Akhir 2015 yang lalu kota Bandung kembali dimeriahkan dengan hadirnya satu kawasan kuliner yang baru di tengah kota, Sudirman Street namanya.   Area ini terletak memanjang mulai dari jalan Jendral Sudirman sampai dengan ke jalan Cibadak, berseberangan dengan jalan Pajagalan.

Pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya baik di sepanjang jalan Jendral Sudirman, maupun di jalan Cibadak.  Bahkan kalau sampai membludak bisa sampai meluber ke jalan Pajagalan maupun di jalan Astanaanyar.

Ini menjadi trending topik karena sebagian besar isinya  menyediakan menu non-halal alias babi.  Tapi ada juga loh menu lainnya seperti steak, makanan Jepang, dan lainnya yang halal.

Sudirman_Street_Day___Night_Market_-_Google_Maps.jpg

Sebagian besar kios makanan disini baru buka pada pukul 17:00 sampai dengan tengah malam setiap harinya, tapi ada juga sih yang buka dari siang.  Kalau mau yang komplit, ya harus malam lah, suasana adem, udara seger pula…. kalau siang sih agak panas ya….

IMG_6997.JPG

Jika kita masuk dari arah jalan Cibadak, kita akan disambut oleh deretan dinding mural yang cocok sekali untuk dijadikan area foto bareng.  Malam hari dengan tambahan lampu akan membuat selfie menjadi semakin topppp….

IMG_7003IMG_7004

IMG_7005

Sate Wibisana

Sate babi ini berjenis manis, tanpa tambahan bumbu kacang atau sejenisnya.  Ukuran untuk per tusuknya lumayan besar.

IMG_6990.JPG

Sate Kun Kun

Naahh, kalau ini kebalikannya dari sate Wibisana, yaitu jenis asin dengan ditambah bumbu kacang plus irisan cabe rawit alias cengek (basa Sunda).  Empuk, gurih, lembut dagingnya plus ditambah nasi hangat….. maknyusss…..

IMG_6991.JPG

Nasi Campur

Nasi campur ini posisinya agak ke ujung depan arah jalan Jendral Sudirman, namanya Bu Chandra.  Si ibu ini menyedikan rupa-rupa makanan berbahan utama babi…

IMG_6989IMG_6992

Sepiring nasi campur ini isinya nasi hainam, telur, panggang, samcan.  Oya, untuk kuahnya kita  bisa milih antara kuah sekba atau kuah cukiok (kaki babi).  Dua-duanya dijamin menggugah selera makan.

 

Pigbull

Pigbull ini nama salah satu kios makanan, posisinya agak ditengah berwarna biru.

IMG_6996

Menunya macam-macam, ada nasi campur, nasi goreng, dan lain sebagainya.   Yang dicoba sih nasgor pigbull-nya yang menggoda. Nasi goreng dengan kecap yang tidak terlalu banyak, ditambah dengan pangang, samcan, lapciong…. hmmmm mantap karena rasanya tidak terlalu spicy dan berempah…  satu lagi, kalau dalam bahas Sundanya sih dorokdok membuat makan jadi semakin ponyo (berselera, Sunda – red)

IMG_6998

 

Ronde Susu

Biasanya yang disebut ronde itu kuahnya kalau ngga polos ya pakai gula merah.  Nah ini yang unik dan kreatif, ronde ini menggunakan susu sebagai kuahnya.  Plus ditambah jahe cair.  Keliatannya agak aneh awalnya, tapi begitu dicoba… hmmm manis dari susu bercampur dengan kacang di dalam bola onde-ondenya menjadikannya duet maut….

IMG_6993

Hospital

Heh? Rumah sakit? Untuk apa? Tenang… ini bukan rumah sakit dalam arti sesungguhnya, ini sih salah satu kios yang menyediakan susu dingin sebagai sajian utama.  Kebanyakan sih anak kecil yang beli karena dikemas dalam packaging yang unik, ada botol infus, botol susu biasa, bahkan ada sedotan yang berupa kacamata.  Rasaya bagaimana? Biasa aja sih, tapi kalau anak-anak dijamin bakal bilanh seru nih susu….

 

Pinky Porky

Disini emang serba babi… bahkan martabak telor / asin pun disajikan dengan menu babi… Babinya aja udah enak, apalagi ditambah dengn keju mozarella diatasnya yang dibakar sampai meleleh…. hadeuhhh…. sippp dah….

IMG_7006

 

Aaahhh kenyang juga… akhir kata, seperti yang tercantum di salah satu mural di dinding Sudirman Street, Pork is the inevitable feature of the democratic process… selamat makan, babi… ehh maksudnya selamat makan teman-teman 🙂

IMG_6995

Advertisements