Akhirnya di awal bulan Maret 2016, dibuka juga restoran Korea yang baru berdiri di jalan Rajiman, Bornga. Lokasi tepatnya di Jl. Rajiman No.5, Bandung  (bekas gedung Tomodachi). Bornga disini itu adalah cabang ke sekian, kalau pusatnya ada di Jl. Wolter Monginsidi No.24, Kebayoran Baru, Jakarta.

IMG_8007.JPG

Tagline Bornga memang ngga salah diberi judul “Original Korean Taste”, sampai interiornya pun menyerupai istana yang ada di drama Korea. Tempatnya cukup luas, lantai dasar untuk umum, sedangkan lantai 2 digunakan sebagai VIP room.  Spesialisasi menu disini adalah bakarannya. Untuk daging bakarannya harga berkisar antara 100k-350k, tergantung daging apa yang dipesan. Disini juga tersedia menu non-halal alias pork.

IMG_8009.JPG

 

Sebelum hidangan dihadirkan, setiap meja pasti akan diberikan banchan (makanan pembuka dalam piring kecil), biasanya gratis. Masing-masing restoran Korea bisa berbeda jumlah dan variasinya. Kalau mau berhemat, tidak perlu pesan minuman, karena bakal diberikan teh gratis, bisa pilih hangat atau dingin.

IMG_8015IMG_8019

Samgyeopsal

Saya sudah mencoba beberapa restoran Korea, anytara lain TTALs di Holis, Wonjo di Setiabudi, Myeong Ga di Sutami, Korean House,Bingsoo, dan Hankokgwan di Sukajadi, Arang di Sukahaji, bahkan Cung Gi Wa di Lemah Nendeut, rasanya menu samgyeopsal disini paling top.  Secara harganya juga paling top 🙂

IMG_8017.JPG

Porsinya hanya 2 slice per porsi, sedikit? Ya memang, tapi toh bisa diimbangi dengan menu yang lain.

Kimchi Jjigae

Kimchi jjigae adalah hidangan berupa sup pedas yang direbus di dalam panci bersama kimchi dan air cabai dari kimchi. Sup ini berisi sayuran (sawi putih, daun bawang), tahu, serta makanan laut atau daging babi.

IMG_8026.JPG

Kimchi yang sudah asam menghasilkan sup dengan aroma yang kuat menjadikan menu ini mantap. Sup ini dihidangkan di tengah-tengah meja bersama pancinya. Biasanya berukuran cukup besar untuk memuat sup yang cukup untuk dimakan bersama oleh dua orang atau lebih. 

Yangnyeom Dwaeji Galbi

Menu ini merupakan salah satu favorite di Bornga, yaitu ribs/iga babi.  Prosesnya adalah dengan marinated dengan alternatif manis atau spicy.  Pesanan kali ini lebih ke rasa manis.  Proses pembakarannya hanya sekitar 10-15 menit, harumnya sampai menusuk hidung menggoda selera makan.

IMG_8020.JPG

Mansingchang Samgyeopsal

Menu ini hampir mirip dengan menu samgyeopsal diatas, hanya dagingnya dipotong berbentuk kotak dan lebih banyak lemaknya.  Prosesya sama yaitu dibakar, dinikmati dengan menambahkan bawang putih mentah / dibakar, beberapa sayuran, saus, minyak, terakhir digulung semua ke dalam daun selada.  Idealnya, satu gulungan harus masuk ke dalam mulut dalam sekali suap 🙂

 

Japchae

Dengan harga satu porsi japchae sebesar 130k, hidangan ini bisa dinikmati oleh 3-4 orang.

 

Dessert

Pada restoran Korea yang cukup besar biasanya kita selalu ditawarkan menu hidangan penutup / dessert. Dan biasanya ini free alias gratis. Di sini kita bisa memilih antara buah iris, es kopi, atau teh khas Korea.

Khusus tentang teh Korea ini, namanya adalah Omija. Omija memiliki arti ‘lima rasa berry’ karena kita bisa merasakan lima rasa berbeda dalam teh ini, mulai dari manis, asam, pahit, bahkan pedas. Di Korea, buah berry biasanya dicampurkan pada minuman atau dikonsumsi bersama madu, bubuk kacang hijau, dan lainnya untuk membuat sebuah variasi punch Korea bernama hwachae. Teh Omija berkhasiat sangat baik untuk melawan flu dan sakit pernapasan

 

Overall saya puas makan di Bornga. Pelayanannya bagus, rasanya enak dan mantap. Kalau harga itu relatif tiap orang punya pertimbangan masing-masing.

Advertisements