Perjalanan panjang sejarah masyarakat kota Medan tidak bisa lepas dari keberadaan Kedai Kopi Apek.   Sebuah kedai kopi mungil di pengkolan jalan, tepatnya di Jalan Hindu no. 37. Berdiri sejak 1922, namun suasana dan nuansa kedai kopi ini tidak banyak berubah. Bangunan tua masih kokoh sejak ia berdiri sampai dengan saat ini.   Tanpa papan nama, tanpa billboard atau neon box modern, tapi bisa dipastikan kita tidak akan salah masuk.  Luasnya sekitar 40-50 m2, terbagi menjadi 2 bagian besar, area pengunjung dan area dapur.  Di salah satu pojoknya terdapat area untuk sembahyang, salah satu ciri khas orang Medan.

IMG_9243
Bangunan lama yang menjadi kedai kopi Apek
IMG_9240
Tempat sembahyang

Sajiannya  sangat khas: kopi Sidikalang dipadu dengan roti bakar diolesi srikaya dan telur ayam kampung setengah matang. Roti bakarnya begitu harum dan selai srikayanya adalah buatan sendiri.  Begitu legit dengan rasa manis yang pas, semua seimbang. Apek menyajikan kopi terpisah dengan susu kental manisnya dalam gelas kecil, sehingga pengunjung bisa dengan bebas mengatur takarannya sendiri.  Satu hal lagi, Apek tidak melarang tamunya untuk memesan makanan dari warung yang mangkal di depan tokonya.

IMG_9239

IMG_9294
Telur setengah matang + garam + merica + kecap asin
IMG_9241
Roti bakar srikaya
IMG_9246
Penjual Kwetiau di samping kedai
IMG_9249
Kwetiau

Kedai Kopi Apek didirikan oleh orang tua Apek, Thia A Kee dan Khi Lang Kiao dan bertahan hingga hampir seabad.  Sedangkan Apek sendiri memiliki nama lengkap Thia Tjo Lie, melanjutkan usaha kedai ini bersama istrinya, Lee King Lien.  Apek sudah meninggal pada tahun 2012, disusul istrinya di tahun yang sama.  Saat ini kedai tetap dilanjutkan oleh generasi berikutnya tanpa sedikit pun mengurangi “roh” dari citarasa yang sudah sangat melekat.

Buka dari pukul 6 pagi hingga pukul 2 siang, pengunjung tidak terbatas dari kalangan etnis Tionghoa, tapi juga kalangan pribumi yang menyempatkan diri menikmati sarapan ditemani kopi hitam. Medan memang kota besar, tapi intensitas atau hubungan personal masyarakatnya cukup tinggi. Disinilah kelebihan kedai kopi Apek, sebuah tempat bagi masyarakat lokal untuk berinteraksi secara intens.

IMG_9238

Kedai kopi Apek sudah menjadi warisan sejarah bagi kota Medan, lambang pluralisme kota ini yang tertuang dalam secangkir kopi.

Kedai Kopi Apek

Jln. Hindu No. 37, Medan

Open: 06:00-14:00

(061) 77070138

Advertisements