lanjutan dari Belitung Experience #03

DAY 03

Hari ketiga ini rencananya akan kita habiskan untuk island hopping.  Lokasinya ada di Tanjung Kelayang. Island hopping adalah aktivitas dimana kita mengunjungi beberapa pulau dalam satu hari. Jadi seperti melompat (hopping) dari satu pulau ke pulau yang lain. Pulau yang kita “lompati” adalah pulau-pulau kecil tak berpenghuni yang jaraknya berdekatan satu sama lain. Aktivitas island hopping ini rupanya lagi naik daun dikalangan para traveller baik domestik maupun manca negara. Negara mana lagi yang paling cocok untuk aktivitas semacam ini? Sudah pasti negara kita tercinta Indonesia yang memang kaya akan pulau-pulau indah.

Waktu menunjukkan pukul 09.00 kami sudah siap di dermaga Tanjung Kelayang. Dermaga ini akan jadi garis start sekaligus garis finish pelaku island hoppingSebelum berangkat para awak kapal memastikan seluruh penumpang sudah menggunakan live fest atau pelampung. Setelah semua penumpang siap, maka dimulailah petualangan ini. 

IMG_2121-1.jpg

Pulau pertama yang kami datangi adalah Pulau Pasir. Pulau ini hanya berukuran sekitar 3 meteran dengan panjang tidak lebih dari 20 meter. Pulau ini  mudah “menghilang” karena ukurannya sangat kecil. Isinya pun hanya terdiri dari beberapa bongkah batu-batu besar yang dikelilingi hamparan pasir putih.  Kerennya, kita bisa melihat dan memegang langsung bintyang laut disini.

IMG_0082

Pulau selanjutnya yang kita hampiri adalah Pulau Batu Berlayar.  Pulau ini adalah susunan batu-batu granit raksasa dimana terdapat 2 batu besar yang berdiri vertikal sehingga berbentuk seperti layar dengan pulau pasir putih sebagai kapalnya. Susunan batu seperti itulah yang membuat penduduk Belitung menamakan tempat ini Batu Berlayar. 

Area ini sering diabadikan oleh para fotografer karena bentuknya yang unik. Di pulau ini, pasir putih di pulau ini hanya akan tampak pada saat air laut surut, artinya perahu hanya akan bisa berlabuh pada saat air surut juga. Berkunjung ke Batu Berlayar adalah bagian dari tour island hopping yang paling disenangi oleh wisatawan di Belitung.

IMG_0083

Pulau Lengkuas

Mungkin banyak yang belum mengetahui ikon utama dari Belitung. Bukan pantai Tanjung Tinggi yang menjadi tempat syuting film Laskar Pelangi, melainkan Pulau Lengkuas. Ya, inilah ikon pulau Belitung yang sesungguhnya!

Yang paling menarik di Pulau Lengkuas ini yaitu sebuah mercusuar tua yang telah dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1882. Walaupun usianya sudah sangat tua tapi sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai rambu lalu lintas kapal yang keluar masuk ke Pulau Belitung. Tinggi mercusuar ini kurang lebih 50 meter. Di Pulau Lengkuas ini hanya dihuni oleh tiga orang yang merupakan penjaga mercusuar. Para penghuninya sangat ramah kepada setiap pengunjung pulau. 

Perlu usaha esktra untuk menaiki mercusuar sebanyak 18 lantai.  Tapi semua kelelahan itu terbayar lunas ketika kita tiba di puncak.  Dengan pemandangan 360 derajat, kita bisa melihat laut lepas Indonesia yang sangat keren, dan tentu saja pemandangan di bawahnya yang luar biasa indah.

 

Di pulau Lengkuas ini kita bisa melakukan aktifitas snorkeling. Cukup aman karena lautnya terbilang cukup dangkal, bahkan untuk anak sekalipun.  Tetapi ya kewaspadaan tetap sangat diperlukan, jangan sampai saking asyiknya malah tersengat ubur-ubur yang bisa bikin perih.

 

Restaurant Seafood Sian Lie

Island hopping ini cukup menguras energi, rasa lapar pun melanda.  Tetapi tidak perlu kuatir, sesampainya kita di garis finish akan segera bisa memesan langsung aneka ragam sea food di beberapa rumah makan pinggir pantai.   Makan siang hari ini kita mengunjungi Restoran Sian Lie.  Kalau lagi cape dan lapar, makan apapun terasa sangat nikmat.

Ada banyak sekali pantai di Belitung ini, sesudah kita menyelesaikan island hopping, kita masih pula bisa mandatangi pantai Tanjung Tinggi, atau saat ini lebih dikenal dengan nama Pantai Laskar Pelangi karena disini pernah dijadikan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Letaknya tidak jauh dari  Pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini berbentuk lekukan busur derajat dengan diameter kira-kira 100m dengan susunan batu granit yang ada di dua sisi pantai. Di sepanjang pantai kita akan melihat panorama pemandangan yang mengesankan dan unik. Pasirnya putih dan airnya jernih, kita dapat berenang disini karena gelombangnya kecil dan arus air laut yang lambat.

Rasanya lelah sekali setelah seharian melakukan aktifitas fisik yang menguras tenaga. Dan sudah waktunya kembali ke Tanjung Pandan. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, dan rupanya energi yang terkuras masih belum berimbang dengan makanan enak yang masuk hehe… Sesampainya di Tanjung Pandan, kami masih berusaha mencari asupan energi lain.

Tujuannya adalah ke (lagi-lagi) mie belitung.  Kali ini kita akan mengunjungi kompetitor dari Mie Belitung Atep.  Tempatnya tidak seramai Atep, tetapi tetap mempunyai ciri khas tersendiri dalam ramuan kuahnya, yaitu Mie Belitung Awan.

Posisinya tidak jau dari Mie Atep, hanya sekitar 100m. Mie Awan pernah ngetop jauh sebelum Atep mulai berjualan mie pada tahun 1974-an. Mie Awan dirintis sejak tahun 1940-an. Tapi, sejak tahun  1992, ketika  Awan meninggal, Mie Awan hanya buka siang hari. Di pagi hari, Awan berjualan tahu di pasar meneruskan usaha sang ayah.

IMG_0076
Rujak Tahu
IMG_0077
Mie Belitung Awan

Perbedaan antara Atep dan Awan ini terletak pada kuahnya.  Atep bercitarasa manis, sedangkan Awan agak lebih asin dan gurih.  Yang mana yang lebih enak, itu semua hanya tergantung dari selera masing-masing penikmat saja.  Oya, andalah di Mie Awan selain mie belitung adalah rujak tahu.  Rasanya ada asin dan kuahnya yang segar.

Restaurant Dynasty

Restoran ini terletak di Jl. Susilo , terletak 2 km dari pusat kota Tanjung Pandan, restoran ini menyediakan jasa wedding hall yang paling banyak digunakan di Belitung. Dan disinilah tempat yang menjadi tujuan makan malam kita.

Yang paling mantep disini adalah kepiting isi. Cangkang kepiting rajungan ini sebelum digoreng, diisi daging kepiting yang sudah diberi bumbu dan ditambah telur agar isinya menempel di dalam cangkang. Rasanya yang gurih dan lezat bikin ingin tambah lagi dan lagi. Tapi awas, jangan kebanyakan. Kolesterolnya tinggi!

 

to be continued…

Advertisements