lanjutan dari Belitung Experience #04

Rupanya makan 3 hari berturut-turut di hotel membuat kami sekeluarga mulai merasakan kebosanan. Jenis dan variasi yang itu-itu saja membuat kami hanya menyeruput segelas teh hangat dan langsung ngacir keluar untuk mencari kuliner enak di Belitung pada pagi hari.

Kedai Mak Janah

Kedai Kopi Mak Janah menjual suto Belitung, makanan ini boleh dikatakan sangat mirip dengan ketupat sayur, tapi dengan tampilan dan rasa berbeda meskipun bahan dasar nya tetep lontong. Rasa suto Belitung Mak Janah ini endessss, sambal nya pedes dan bikin ketagihan.

Suto belitung disajikan dari kuah rebusan kari iga sapi di campur santan kelapa dan sedikit irisan daging dan bumbu2 rempah di tambah irisan lontong, bihun, emping, kentang rebus dan di taburi bawang goreng lalu diberi kecap manis dan jeruk limau. Sajian ini menjadikan makanan ini sangat nikmat segar dan cocok buat sarapan menemani secangkir kopi.

IMG_0150

IMG_0142
Suto Belitong

 

Selain suto Belitung yang terkenal itu, disini disajikan juga jenis makanan yang lainnya. Seperti warteg lah kira-kira begitu. Ada mie goreng, nasi campor, pampi goreng, dan lainnya.  Berdiri sejak 1925 (wowww sebelom Indonesia merdeka), kedai Mak Janah selalu dicintai oleh masyarakat yang berbaur dan bersosialisasi.

Warung Kopi Ake

Pasangan yang coco untuk sarapan tentu saja minum secangkir kopi hitam, kopi susu, ataupun segelas coklat panas.  Dan warung kopi Ake ini adalah pilihan yang paling pas. Letaknya bersebelahan dengan warung Mak Janah. Warung kopi Ake dan warung soto Mak Janah adalah simbol kerukunan antar umat beragama di Tanjung Pandan.

IMG_0092

Yang sekarang mengelola warung kopi Ake adalah generasi ke tiga. Abok, adalah yang pertama kali mendirikan warung kopi Ake tahun 1922. Nama Ake diambil dari nama anaknya. 

Yammien Nyong Choi

Salah satu kuliner yang wajib dicoba di Belitung adalah yammien Nyong Choi. Terletak di jalan Madura, tidak jauh dari bundaran batu satam yang terletak di pusat kota. Untungnya kita datang kesini pagi-pagi, kalo kesiangan, antrinya keburu buanyaak. Mie disini dibikin sendiri sama yang punya jadi ngga pake pengawet karena siang2 juga udah tutup karena memang sudah abis.

Waktu mie nya dateng, ada mie plus babi cincang plus pangsit babi, kekian babi, dan baso ikan. Rasanya… Enaaaaaakkk!!! Ini bener2 mie !!! Pasangannya tentu saja es jeruk kunci yang sangat menyegarkan.

IMG_0109

Es Doger Pohon Sawo

Hari yang menyengat membuat kita menginginkan sesuatu yang menyegarkan dan dingin.  Pilihannya jatuh kepada es doger. Es doger Belitung ini letaknya di pinggir jalan di bawah pohon sawo. Es krim nya lembut tidak terlalu manis dicampur kacang hijau, kacang merah yang empuk dan tape, bikin lidah bergoyang. Slurpppp.

Rumah Adat Belitung

Ketika kita berkunjung ke suatu daerah terasa kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi rumah adat yang hanya ada di daerah tersebut. Di Belitung, kita bisa menelusuri rumah Adat Panggong, yang memiliki bagian dengan arti dan fungsi yang berbeda-beda, yakni ruang utama, loss, dan dapur.

Rekonstruksi dari rumah adat ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu bulin yang terkenal kuat dan tahan lama. Rumah asri yang menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Laskar Pelangi dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 500 meter persegi. Terletak di Kota Tanjung Pandan, di Jalan Ahmad Yani, persis di samping Kantor Bupati Belitung.

Setelah menaiki tangga yang ada di bagian depan rumah, pengunjung akan menjumpai sebuah teras. Teras yang cukup luas ini biasa digunakan oleh tamu atau pengunjung untuk duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang.

Setelah melewati teras, pengunjung akan memasuki ruang utama. Di ruang utama ini, pengunjung akan melihat aneka ornamen rumah khas Belitung. Salah satunya lemari berisi baju adat pengantin Belitung kancing lima yang berada di bagian kiri. Di bagian kanan ruang ini, terdapat sebuah kamar pengantin berukuran kecil. Selain itu, ruang ini juga dihiasi foto tokoh-tokoh Belitung tempo dulu yang tertata rapi di atas meja.

Rumah adat Belitung ini mulai dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan pada tahun 2009 oleh Bupati Belitung Darmansyah Husain. 

RM. Sari Laut

Sebuah “tugas” terakhir sebelum kembali ke Bandung adalah mencicipi kepiting yang menjadi ciri khas di Belitung. Ada Restoran yang cukup terkenal di daerah Tanjung Pandan yaitu Rumah Makan Sari Laut. 

Restoran yang berada di Jalan Wahab Aziz No 29 memiliki interior yang sangat sederhana. Sebuah ruangan hall luas terbentang luas. Beberapa meja besar tampak dikelilingi kursi plastik berwarna biru. Tempat yang tepat buat menjamu tamu atau makan besar bersama keluarga.

Kepiting masak arak menjadi pilihan utama kami.  Walaupun dimasak arak, ini tidak pahit dan memabukkan.  Justru menimbulkan sensasi rasa manis dan lembutnya daging kepiting, apalagi kalau menemukan telornya…. mantap…..

Selesailah sudah perjalanan kami selama 4 hari 3  malam di Belitung ini.  Dan kami pulang ke rumah dengan perasaan bangga, bahwa Indonesia adalah negeri yang begitu indah. Satu hal yang sangat menginspirasi saya adalah ungkapan kata yang tertuang dalam salah satu lagu Laskar Pelangi yaitu “Pantang Menyerah, Berani Bermimpi … ”. Semoga hal ini dapat menjadikan saya sebagai salah satu Laskar Pelangi di manapun saya berpijak untuk senantiasa pantang menyerah, gigih dalam menggapai mimpi-mimpi.

 

FINISH

Advertisements