Apa bedanya Holycow! & The HolyRibs. Kalau Holycow! fokusnya adalah menjual wagyu steak dengan harga yang relatif terjangkau. The HolyRibs yang merupakan “Adik” dari HolyCow! mengkhususkan untuk menyajikan hidangan ribs alias iga. Kenapa iga? Karena daging pada bagian ini memiliki rasa yang gurih sekaligus kuat. 

Berbeda dengan sirloin, tenderloin atau rib eye, ribs memang perlu usaha lebih untuk mengolahnya. Dan inilah yang akan kita dapatkan di The HolyRibs Bandung yang baru buka pada 6 Agustus 2016 . Lokasinya di pusat keramaian kota Bandung, tepatnya di Jalan Sultan Tirtayasa No. 30.IMG_0376-1

IMG_0375-1

Melihat porsi iga disini, kita seolah diajak melupakan krisis ekonomi dan berita mengenai harga daging sapi di pasaran.  Semua serba royal.  Bayangkan, ada backribs yang beratnya hingga mencapai satu kilogram!  Dengan perbandingan daging dan tulang 50:50 artinya kita bisa melahap setengah kilogram daging seorang diri. Dan yang perlu diperhatikan juga, dengan rentang harga 200-300 ribu rupiah untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas seperti disini, dibandingkan dengan restoran yang menyajikan menu iga sebagai jualan utama, rasanya HolyRibs menjadi restoran ribs yang terbilang cukup ekonomis di Bandung.

IMG_0374-1

Combo Backribs

Ini menu yang dipesan pertama kali, karena isinya komplit.  Menu ini terdiri dari US Meat seberat 900 gram, ayam panggang 200 gram, dan sosis ayam spiral yang beratnya sekitar 100 gram.  Kebayang? Dijamin perut ini bakalan full…

IMG_0379-1-2

Untuk kentang, kita bisa memilih apakah mau french fries atau mashed potato.  Dua-duanya sama enak tergantung selera. Dan semuanya ini disajikan dengan coleslaw.

Ribs ini dimasak lebih dari 10 jam.  Itu sebabnya semua juru masak membumbui iga satu hari sebelumnya.  Slow cooking ini yang membuat daging fall off the bone!

Hokubee Tenderloin

Apa itu hokubee? Hokubee adalah daging sapi asal Australia yang di-treat khusus dgn teknologi dari Jepang. Treatment yang dimaksud adalah artificial marbling, yaitu the injection of animal fat and/or vegetable oil into lean meat in order to simulate the appearance of marbling and attempt to improve the palatability of inexpensive cuts by preventing them from drying out or losing flavour during the freezing or cooking process.

Ngga kalah sedap dan juicy seperti wagyu walaupun lemaknya lebih banyak wagyu.

Tekstur dagingnya sangat lembut dan empuk…. dimasak dengan level medium membuat warna daging pada bagian tengahj masih terlihat kemerahan… mantap! Apalagi saus bikinan chef Afit ini memang ngga bisa kita daptin lagi dimana-mana 🙂

IMG_0382-1

TheHolyRibs

Jln. Sultan Tirtayasa No. 30

Bandung

RSVP: 0812-2002-3458

Instagram: @TheHolyRibs

Twitter : @theholyribs

Advertisements